puisigila

Sundel

In Puisi on December 1, 2008 at 12:38 pm

Kebanalan yang menoyor kepala
Seakan meratap pada tampang bebal yang di kaca
Seejor makhluk,
bertanduk
dan berkacamata.
Melihat aku
dari sudut pandangnya yang sempit
Merecet oleh kenegatifan.
Dadaku adalah ruang terbuka
yang cepat kosong
Di sanalah ia sembunyi, di sana pula aku berlari
entah kapan akan diputuskan
Dia atau aku yang mati
Siapa bunuh siapa
Pada akhirnya yang hidup mengubur yang mati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: