puisigila

Tanah

In Puisi on March 2, 2009 at 4:18 am

Kelana semburat
di wajah-wajah taat
yang coklat mendangkal.
Doa yang tertib,
tak melulu mengerti arti.
tampang gila yang vokal
kurang cakap memahami
tersesat secara tolol
dalam Hutan Tuhan

Another Day

In Jurnal on January 28, 2009 at 7:09 pm

Kadang merasa bahwa I’m too big for myself, I’m too great for myself, I’m too strange for myself… Kadang aku pikir mungkin pikiranku itu diletakkan di tubuh yang salah. Karena jika sekiranya benar, alangkah mubazirnya.
Pikiran ini, dengan segala yang mampu dipikirkannya; jiwa ini, dengan segala mimpinya, seharusnya bisa melakukan hal lebih banyak lagi jika mereka tidak ada di tubuh yang salah.
Hehehe…kadang kita gak pernah tahu betapa benci kita sebenarnya pada diri sendiri. Kita bisa saja memandang diri sendiri lebih rendah atau lebih tinggi dari yang seharusnya. Para pecinta diri-sendiri tidak bisa lain selalu memandang orang lain dari “ketinggian” dirinya. Sebaliknya para “negative creep” selalu tengadah, tidak pernah lelah…
Tetapi dibalik itu ada sesuatu yang lain yang sangat klasik, benci ataoe cinta…
What makes a man, a man? “Pilihan,” kata JK Rowling, “deeds,” kata yang lain… Lalu bagaimana dengan “dreams”, impian? Bisakah itu menjadi ukuran? Apakah jika seseorang tidak mampu mewujudkan mimpinya, secara kualitas ia adalah seseorang yang “less”? Apakah dengan begitu ia tidak lagi utuh?
Entah sudah berapa banyak orang hancur dimakan impiannya sendiri…tapi di dunia ini gak terhitung pula yang bisa bilang “Dream works, dude…” Apakah golongan yang pertama kurang-manusia ketimbang golongan kedua? Apakah dengan demikian golongan kedua merupakan manusia yang “lebih” dari yang pertama?
Lalu apakah impian itu?
Impian, ambisi, cita-cita…ada banyak nama untuk hasrat yang satu ini…Buatku itu berarti, entah mengurangi daya ciptaku, atau memompa badanku menjadi sesuatu yang memang well-suited untuk mekanisme pikiran yang demikian…

Moby Dick

In Puisi on December 13, 2008 at 3:12 am

Komik gurita,
harpun beracun
yang siap mencari mangsa.
Darah kotor hitam
di punggung yang putih bak
angkasa.
Blackhole yang menghisap
otak Einstein sampai lenyap.
Mengantar hitam ke tangannya.
Menoreh dan menggores,
menutup dan membuka
seakan napas tak lagi lepas.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.